|
bonatua
Guest
|
 |
« on: December 13, 2008, 06:55:21 AM » |
|
Horas, tu sude Pangaratto dohot masyarakat Toba Samosir mari kita bersama-sama Acungkan Jempol buat Kapoldasu.
Mari kita acungi jempol buat Kapoldasu, Irjenpol Drs Nanan Soekarna yang telah menunjukkan komitmen tegasnya menumpas segala macam bentuk korupsi.
Kemarin, Kapoldasu, Irjenpol Drs Nanan Soekarna sudah mengajukan permohonan ijin kepada Presiden RI, SBY untuk memeriksa Bupati Toba Samosir, Drs. Monang Sitorus SH, MBA dalam kasus dugaan korupsi dana DAK dan DAU sebesar Rp 3 miliar. Sesuai UU di negeri ini, untuk memeriksa seorang Bupati, Walikota maupun Gubernur harus seijin Presiden. Kalau dalam waktu 60 hari, tidak ada jawaban tertulis dari Presiden, maka Poldasu sudah dapat memeriksa langsung Bupati Toba Samosir.
Mari kita renungkan, pada tanggal 9 Desember 2008 baru lalu, 28 orang bupati di Sumut termasuk Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH, MBA menandatangani pernyataan disebut Fakta Integritas isinya menolak korupsi. Ternyata masih ada Bupati, Walikota di Sumatera Utara tidak bermoral, bersembunyi di balik sehelai daun macam benar-benar menolak korupsi. Mungkin mereka bertekad tidak akan korupsi lagi sesudah tanggal 9 Desember 2008. Tetapi empat tahun sebelumnya, secara terus menerus menggerogoti uang APBD yang bersumber dari rakyat. Gambar para Bupati, Walikota itu dipampangkan pula di beberapa mas media daerah ini. Alamaaaak, bagai tidak berdosa saja. Siapa lagi penjahat-penjahat APBD itu kalau bukan……
Kalau rakyat berada di kampung-kampung, mungkin bangga ketika melihat Bupati dan Walikota menandatangani pernyataan menolak korupsi. Tetapi rakyat di kota, tidak mudah dibohongi. Mereka tahu seluruh Walikota, Bupati kaya raya, punya mobil mewah banyak, simpanan di bank, kebun sawit ribuan hektar datang dari hasil korupsi. Tetapi pejabat masih banyak belum sadar, uang setan dimakan hantu. Uang yang datang kadang habis berobat jantung dan stroke.
|