Horas....
Maaf.... saya
TIDAK SETUJU kalau disebut2 TOBASA sebagai Kabupaten Religius, karena tidak semua masyarakat punya pemikiran yang luas, jgn sampai ada yang beranggapan bahwa TOBASA adalah Kabupaten yang Agamis karena mayoritas penduduknya menganut agama kristen, dimana hewan babi dapat berjalan lalu lalang didepan rumah, sehingga disejajarkan dengan Aceh yang menyandang predikat Serambi Mekah, akhirnya dapat menimbulkan chaos....
Sejak dulu TOBASA adalah Kabupaten yang majemuk, transparan dan terbuka bagi siapa saja.
Contoh, kita sebagai bangsa Indonesia bebas menggunakan bahasa daerahnya masing2 di Kabupaten TOBASA, apalagi bangsa China.
Tapi coba kita perhatikan di Pulau Jawa, 99% bangsa Cina yang tinggal disana tidak tahu bahasa hokian, karena apa... tentu karena ada batasan dari penduduk setempat, mereka tidak dapat bebas memakai bahasanya baik di lingkungannya, di sekolah bahkan di rumah, yang berujung dengan mati suri.
Padahal kita tahu di Pulau Jawa diagung2kan kata TEPO SELIRO...
Tidak demikian dengan TOBASA...yang dikenal dengan budaya keras...
Kalau mas PUJAKESUMA mengangkat topik MAU KEMANA TOBASA DIBAWA, saya kira kita sebagai manusia yang normal punya progres hidup masing2... tentu progres itu semakin maju, berkembang, mandiri dan sejahtera, begitu pula dengan TOBASA... dia ingin lebih eksis lagi dibanding kabupaten2 yang lain.
Tapi maaf... topik ini memberi kesan yang pesimistis.... seakan2 TOBASA sudah mengalami penyakit yang komplikasi pada stadium 4.
Jadi kita tidak bisa melihat TOBASA pada satu titik yang lemah... tetapi harus kompleks... tahukah kita berapa PAD TOBASA, devisa yang dihasilkan TOBASA dari sektor pariwisata dan HPH yang dikeluarkan pemerintah pusat

Apakah itu sebanding dengan pemerataan pembangunan di TOBASA

Lihat jalan mulus yang membentang mulai dari Kabupaten Gunung Kidul sampai Kabupaten Pacitan, apa sumber yang didapat pemerintah pusat dari sana... hanya singkong...
Menurut saya topik yang tepat adalah
MAU APA TOBASA bukan MAU KEMANA, karena TOBASA butuh ekstra perhatian dari pemerintah sebagai salah satu daerah yang sangat2 potensial untuk dikembangkan dalam menambah cadangan devisa negara.
Mauliate
